Get paid to share your links!
KREATIF ANAK MESIN

Rabu, 16 Oktober 2013

Macam-macam Alat berat dan Fungsinya

Eksistensi alat berat dalam proyek-proyek dewasa ini baik proyek konstruksi maupun proyek manufaktur sangatlah penting guna menunjang Pemerintah baik dalam pembangunan infastruktur maupun dalam eksplore hasil-hasil tambang, misalnya semen dan batubara. Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan alat-alat berat antara lain waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar dan nilai-nilai ekonomis.
Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi dan aplikasinya.
Berikut Kami share macam-macam alat berat beserta fungsinya, agar dapat dipahami dalam penggunaannya.

1.   Pengertian Alat-alat berat
 Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor pentingdidalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dankegiatan lainnya dengan skala yang besar (Rostiyanti  2009)
Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.
Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :
- Dozer,
- Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell;
- Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt;
- Alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain.

2.    Klasifikasi alat-alat berat
 Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.

2.1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebutberdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapatdibagi atas berikut ini (Rostiyanti 2009)

a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.
 Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.
Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.



b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.
Gambar Backhoe











c. Alat Pengangkut Material

Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
 
d. Alat Pemindahan Material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.


  Gambar Loader 










e. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatictiredroller, compactor, dan lain-lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.



Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah:
  • Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik traktor.
  • Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
  • Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya.
  • Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller.
  • Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).
f. Alat Pemroses Material
Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant.













g. Alat Penempatan Akhir Material
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.













2.2. Klasifikasi operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.
a. Alat dengan Penggerak
Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.













b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.


 Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar, cranekolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel, dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.


3.  Fungsi alat berat
Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi LogLoader, Harvester/Processor, dan Road Builder.


 Backhoe Loadermerupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator.

Alat penggali sering juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu:
(1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang / track shoe (Crawler Excavator) dan
(2) Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator).


Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti :
• Excavating (menggali)
• Loading (memuat material)
• Lifting (mengangkat beban)
• Hammering (menghancurkan batuan)
• Drilling (mengebor), dan lain sebagainya
Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan.
Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis; dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan.


 Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah:
  • · Perataan tanah (Spreading).
  • · Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”.
  • · Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).
  • · Pembuatan parit (Crowning Ditching)
  • · Pemberaian butiran tanah (scarifying)
Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan, diantaranya :
• Grading, Spreading, Ditching
• Scarifying
• Side Sloping
• Dozing
• Ripping
 Tergantung attachment (perlengkapan kerja) nya, Skid Steer Loader, disingkat SSL, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya :
• Loading, Dozing,
• Digging,
 • Clamping,
• Grading, Leveling, dan sebagainya.



Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu :
• Wheel Skidder
• Track Skidder
 Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging).

 Wheel Tractor Scrapper, disingkat WTS, digunakan untuk memuat, memindahkan, menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja.
Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni:
(1)  Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor), dan
(2)  Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).
 Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi SelfPropelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya.












 Articulated Dump Truck, disingkat ADT, digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.













Track Type Loaderdigunakan untuk memuat material, sama halnya dengan wheel loader, hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.

Loaderadalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggaktonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain.
 Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Jenis Loader ada dua yaitu :
(1) Loader dengan roda rantai (CrawlerLoader), dan
(2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader).
Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih jika digunakan Wheel Loader.
Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Pada wheel loader kecil dan menengah, bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier, Forklift dan sebagainya.



Rabu, 09 Oktober 2013

Mencari Penyebab Kerusakan Mesin Mobil Diesel





Gangguan pada Saat Mesin Distart (dihidupkan)

A. Kontak sudah dinyalakan, tetapi crankshaft tidak berputar/tidak berbunyi. Kemungkinan Penyebab

  • Suplai listrik dari baterai kurang atau tidak ada.
  • Hubungan listrik dari baterei ke motor starter terputus.
  • Motor starter rusak. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

1. Mula-mula periksa suplai listrik. Barangkali kondisi baterai lemah atau kontak pada terminal baterai terganggu.

  • Periksa kondisi baterai dengan menyalakan lampu atau menekan klakson. Bila nyala lampu kurang terang atau bunyi klakson lemah, berarti baterai lemah. Periksa air pada baterai, bila kurang tambah-kan air lagi. Bila air masih cukup, kemungkinan sistem charging baterai terganggu atau baterai sudah tua. Seharusnya gangguan pada sistem charging sudah dapat diketahui dari panel penunjuk (am-meter atau lampu) pada saat mobil berjalan sebelumnya.Bila sistem charging sebelumnya bekerja dengan baik, berarti baterai memang sudah tua dan perlu di charge ulang di bengkel atau diganti dengan yang baru.

  • Periksa kontak pada terminal-terminal baterei. Bila longgar, kencangkan. Bila terlihat kotor, buka baut terminal, bersihkan, dan pasang kembali dengan kencang. Untuk menghindari loncatan listrik antara terminal positif dengan badan kendaraan, saat membuka kontak terminal baterai lakukan dulu pada bagian negatif, baru bagian positifnya. Sebaliknya, pada waktu memasang, pasang dulu bagian positif baru negatif. Loncatan listrik ini, selain dapat membahayakan juga dapat merusak baterai.

2. Periksa kabel yang menghubungkan baterai dengan motor starter. Bila hubungan kontak longgar atau terlepas dari sambungannya, pasang dan kencangkan. Bila terputus, ganti dengan yang baru.

3. Periksa kontak-kontak pada terminal relay dengan AVO meter. Bila tidak terhubung, ganti dengan yang baru.

4. Bila pemeriksaan pada poin a dan b menunjukan keadaan yang baik, kemungkinan motor starter rusak. Perbaiki atau ganti dengan yang baru.



B. Kontak sudah dinyalakan dan poros crankshaft sudah berputar, tetapi mesin tidak bekerja dengan baik.  Kemungkinan Penyebab

  • Alat pemanas udara di ruang bakar tidak berfungsi.
  • Suplai BBM tidak memadai.
  • Pompa injektor dan nosel tidak bekerja dengan baik.
  • Waktu injeksi BBM tidak tepat.
  • Ada kebocoran gas dari ruang bakar. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

1. Sekering putus atau baterai lemah, sehingga arus listrik tidak sampai ke pemanas udara. Ganti sekering atau perbaiki baterai.

2. Periksa tangki BBM. Mungkin panel penunjuk keadaan BBM rusak atau tidak menunjukan jumlah BBM yang sebenarnya. Bila BBM dalam tangki cukup banyak, periksa pompa pengisi dan saluran BBM dengan cara berikut:

  • Lihat sistem bahan bakar motor Diesel. Pada bagian pompa injektor, kendorkan sekrup pembuang udara, kemudian gerakkan batang pompa pengisi ke atas dan ke bawah dengan tangan. 
  •  Bila batang pompa tidak dapat digerakkan dengan tangan, berarti saluran BBM tersumbat. Bila batang pompa dapat digerakkan, tetapi BBM tidak mengalir ke luar dari lubang sekrup pembuang udara, maka pompa pengisi rusak. Bila batang pompa dapat digerakkan dan BBM mengalir ke luar, maka saluran BBM dan pompa pengisi dalam keadaan baik.
  • Pada umumnya saluran BBM tersumbat di bagian saringan-nya. Dalam kasus ini, buka saringan BBM dan bersihkan dengan mencelup dan mengocoknya ke dalam minyak tanah sambil menutup kedua lubangnya dengan jari. Jika saringan bahan bakar sudah terlalu kotor atau rusak, gantilah dengan yang baru.
  • Bila pompa pengisi rusak, ganti dengan yang baru. Bila saluran bahan bakar dan pompa pengisi masih baik, kemungkinan gangguan pasokan BBM disebabkan oleh udara atau air yang terjebak dalam saluran BBM. Ini dapat dilihat dari adanya buih yang keluar dari lubang sekrup pembuang udara. Udara atau air tersebut dapat dihilangkan dengan terus menggerakan pompa sampai hilang.

“Putaran Mesin Tidak Normal”

A. Putaran mesin tidak bertambah dengan halus sesuai injakan pedal gas. 
Kemungkinan Penyebab

  • Pompa injektor atau nosel tidak bekerja dengan baik.
  • Waktu injeksi BBM tidak tepat.
  • Kebocoran gas dari ruang bakar. 

Pemeriksaan dan Perbaikan



1. Bila penyemprotan tidak bekerja dengan baik, maka perkabutan dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Periksalah pipa penghubung antara pompa injektor dan nosel, barangkali ada kebocoran, kencangkan jika ada baut yang longgar.Periksa juga sambungan-sambungan antara governor dan pompa.

Nyalakan mesin, kendorkan mur pengencang pipa bahan bakar pada salah satu nosel. Biarkan BBM menetes dari mur.

Bila putaran mesin terganggu atau bergetar lebih keras, berarti nosel berfungsi. Sebaliknya, bila putaran mesin tidak berubah, nosel tidak berfungsi. Periksa setiap nosel, jika ada yang rusak bawa ke bengkel.

2. Cam atau roller-nya aus, sehingga penyemprotan tidak tepat, ganti dengan yang baru.

3. Kebocoran bisa keluar dari katup-katup isap atau buang, pegas katup, cincin torak atau paking silinder. Biasanya ditandai dengan gas buang berwarna putih yang berarti ada sebagian oli masuk ruang bakar dan ikut terbakar, atau oli terlalu cepat berkurang. Dalam hal ini perbaikan besar perlu dilakukan di bengkel.



B. Putaran mesin tidak dapat rendah.
Kemungkinan Penyebab

  • Pipa vakum governor pneumatik terlepas/ pecah.
  • Diafragma sobek. 
Pemeriksaan dan Perbaikan

1. Periksa pipa vakum. Bila sambungannya terlepas atau ada kebocoran udara dalam pipa mengakibatkan putaran mesin tinggi. Pasang sambungan jika terlepas, ganti pipa jika pecah (berlubang).

2. Diafragma rusak mengakibatkan governor tidak mengontrol putaran mesin dengan baik. Putaran mesin akan selalu tinggi. Pemeriksaan diafragma dapat dilakukan dengan menutup ujung pipa vakum dengan jari selama lebih kurang 5 detik. Bila terdengar bunyi gerakan, berarti diafragma baik, bila tidak, diafragma rusak. Diafragma rusak, harus diganti.



“Mesin Terlalu Panas Masalah”

Panel penunjuk panas mesin menunjukkan jarum penunjuk pada daerah bahaya, jika terlalu panas mesin bisa macet.
Kemungkinan penyebab

  • Kebocoran pada sistem pendingin.
  • Jalur-jalur air dalam radiator tersumbat.
  • Sirip-sirip radiator tertutup kotoran.
  • Selang karet radiator terpuntir atau menjadi kempes.
  • Termostat tidak berfungsi.
  • Pompa air rusak. 

Pemeriksaan dan Perbaikan


Jika dalam perjalanan mesin terlalu panas, kendaraan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman. Biarkan mesin bekerja tanpa beban beberapa saat, agar panas turun. Periksa barangkali ada kebocoran air radiator (ditandai dengan keluarnya uap panas atau tetesan air dari bagian sistem pendingin), dan periksa tali kipas pendingin.

  1. Bagian-bagian sistem pendingin yang perlu diperiksa dari kebocoran air pendingin, misalnya pada sambungan dan jalur-jalur radiator. Jika ada kebocoran, setelah diisi air lagi, bawalah segera ke bengkel untuk perbaikan.
  2. Jika ada kebocoran pada klem pengikat selang radiator antara radiator dan mesin, kencangkan baut klemnya. Bila klem patah, ikat dengan kawat sambungan untuk sementara, sebelum didapatkan pengganti yang baru.
  3. Bila ditemukan kebocoran pada selang radiator, balut dengan isolasi atau vinyl yang diperkuat dengan kawat sebelum diganti dengan yang baru.
  4. Semua tindakan perbaikan sebaiknya dilakukan setelah diisi air pendingin lagi. Berikut langkah pengisian air sewaktu mesin terlalu panas:
    • Biarkanlah mesin berjalan beberapa saat sampai panasnya menurun. Sebaiknya tidak mematikan mesin secara tiba-tiba. Periksa jika ada kebocoran.
    • Setelah mesin agak dingin, matikan dan buka tutup radiator setengah putaran dengan mengetuk pegangannya menggunakan alat bantu (obeng atau kayu). Hati -hatilah terhadap uap panas yang menyembur. Biarkan uap panas keluar.
    • Setelah uap habis, dengan menggunakan kain atau pelindung lain untuk mencegah panas, lepaskan tutup radiator. Isilah radiator dengan air, sementara mesin dijalankan.
    • Bila tidak ditemukan kebocoran, setelah pengisian air dapat dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

Meskipun dalam radiator terdapat air yang cukup, jika jalur-jalur airnya buntu atau tersumbat kerak/karat, maka sirkulasi air tidak normal. Periksa dengan menguras air radiator melalui keran pembuangan, lalu tuangkan air selama beberapa saat agar karat atau kerak terbawa ke luar. Lakukan pengurasan hingga air yang ke luar tampak jernih. Saat ini dijual cairan khusus untuk pengurasan radiator yang dapat membantu proses pembersihan kerak atau karat. Juga dijual cairan khusus untuk tambahan air pendingin guna memperbaiki sifat air pendingin, agar tidak bersifat korosif atau meningkatkan titik didih air pendingin.

Periksa sirip-sirip radiator. Jika tertutup lumpur, daun kering atau benda asing lain, mengakibatkan aliran udara terganggu, sehingga proses pendinginan tidak berjalan baik. Bersihkan radiator, semprot dengan air bersih atau udara dari kompresor.

Jika pemasangannya tidak benar, selang bisa terpuntir. Hal ini menyebabkan saluran mengecil, aliran air pendingin terganggu, dan mesin cepat panas. Oleh karena itu, pada saat pemasangan perhatikan posisi selang dengan baik. Oleskan pelumas pada tempat sambungan agar pemasangan lebih mudah. Pada putaran mesin yang tinggi saat pompa mengisap air dengan kuat, selang bawah yang usang mengempes. Ganti selang jika sudah usang.

Termostat seharusnya dalam posisi terbuka, agar air dapat bersirkulasi jika sudah mencapai temperatur tertentu. Termostat yang tidak berfungsi dengan baik akan menghambat sirkulasi air pendingin, sehingga mesin cepat panas. Untuk memeriksa termostat dapat dilakukan langkah-langkah berikut:

  1. Keluarkan termostat.
  2. Rendam dengan air dalam panci atau wadah. Rebus dan pantau suhu dengan termometer.
  3. Katup termostat harus mulai terbuka pada sekitar 80 °C dan terbuka penuh pada sekitar 100 "C (beberapa saat sebelum mendidih). Bila katup termostat tidak bekerja, berarti sudah rusak. Ganti segera.

Pompa air rusak menyebabkan air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Periksa sirkulasi air pendingin. Periksa tali kipas, barangkali kendor atau putus. Bersihkan tali kipas dari minyak dan kotoran. Tali kipas kendor menyebabkan pendinginan tidak efektif. Tali kipas terlalu kencang menyebabkan bantalan pompa air (bantalan generator) cepat rusak. Ganti jika ditemukan komponen yang rusak.



“Gangguan Kinerja Mesin”

A. Daya mesin berkurang. 
Kemungkinan Penyebab

  1. Kerusakan nosel.
  2. Saat injeksi BBM tidak tepat.
  3. Kerusakan komponen sistem pembakaran. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

  • Kondisi nosel yang baik menjamin perkabutan BBM. Periksa nosel. Jika tersumbat atau kotor, bersihkan. Untuk mengetahui nosel bekerja dengan baik atau tidak, diperlukan alat khusus, yaitu nosel tester. Oleh karena itu, pemeriksaan tidak dapat dilakukan sendiri (harus di bengkel khusus). Namun, sebagai gambaran dapat dilihat bagaimana bentuk semprotan nosel yang baik.

Nosel yang rusak tidak dapat menghasilkan perkabutkan BBM dengan baik. BBM yang keluar dari perkabutan berbentuk bintik-bintik yang relatif besar dan tetesan pada ujung nosel.

  • Saat penyalaan terlalu dini dapat dilihat dan adanya gejala knocking (lihat bahasan "knocking'. Sedangkan penyalaan yang lambat menyebabkan gas buang berwarna putih (lihat bahasan tentang gas buang).

Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan pada pompa injektor. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di bengkel agar didapat hasil meyakinkan.

  • Komponen sistem pembakaran, seperti cincin torak, silinder, katup, dan dudukannya yang rusak dapat menyebabkan kebocoran gas dari ruang bakar. Dengan kata lain pembakaran menjadi tidak efisien akibatnya daya yang dihasilkan kurang dari seharusnya. Pemeriksaan dan perbaikan komponen sistem pembakaran merupakan hal yang tidak sederhana. Dibutuhkan peralatan dan keterampilan yang baik. Sebaiknya dibawa ke bengkel.



B. Knocking (suara ketukan yang datang dari mesin) terdengar saat kendaraan sedang berakselerasi.


Kemungkinan Penyebab

  1. Saat penyalaan terlalu awal.
  2. Bahan bakar kurang baik.
  3. Banyak kerak karbon di dalam ruang bakar. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

  • Jika saat penyalaan terlalu awal, berarti penginjeksian BBM terjadi terlalu cepat, jauh sebelum piston mencapai TMA. Penyalaan terlalu awal menyebabkan bunyi ketukan pada mesin. Adanya bunyi diakibatkan kenaikan tekanan yang besar dari yang seharusnya sejak BBM mulai terbakar.
  • Bahan bakar yang kurang baik akan sulit terbakar. Bahan bakar yang sulit terbakar menyebabkan kenaikan tekanan yang besar pada ruang bakar. Suatu angka yang disebut dengan angka ethane digunakan untuk menunjukan tingkat kemudahan terbakar BBM mesin diesel. BBM yang mudah terbakar akan mengurangi terjadinya knocking. Gunakan BBM yang sesuai.
  • Kerak karbon dalam ruang bakar turut terbakar saat pembakaran terjadi. Hal ini meningkatkan temperatur dan tekanan saat pembakaran yang mengakibatkan terjadinya knocking. Kerak karbon terbentuk akibat oli yang masuk ke ruang bakar terbakar. Masuknya oli ke ruang bakar merupakan akibat komponen-komponen ruang bakar, misalnya cincin piston, sudah aus.



C. Gas buang berwarna putih atau hitam dan tampak tebal. 
Kemungkinan Penyebab

  1. Masuknya oli ke dalam ruang bakar.
  2. Sistem injektor tidak tepat.

Pemeriksaan dan Perbaikan

  • Masuknya oli ke dalam ruang bakar mengakibatkan gas buang berwarna putih. Pemeriksaan dilakukan pada komponen-komponen sistem pembakaran, yaitu cincin piston, silinder, katup-katup, dan paking. Komponen yang sudah aus harus diganti. 
  •  Gas buang berwarna hitam diakibatkan campuran BBM dengan udara terlalu kaya. Periksa saringan udara. Jika terlalu kotor mengakibatkan udara yang masuk ke ruang bakar berkurang. Periksa tekanan injeksi, bila kurang tepat mengakibatkan BBM tidak terkabutkan secara sempurna. Lihat pompa injektor, bila ada komponen yang rusak dapat mengakibatkan jumlah BBM tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Periksa juga saat pembukaan katup isap atau katup buang.

“Sistem Pelumas tidak Normal”

A. Pemakaian minyak pelumas boros. 
Kemungkinan Penyebab

  1. Kebocoran sistem pelumas.
  2. Masuknya oli ke dalam ruang bakar. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

  • Jika dalam pemeriksaan ditemukan oli mesin sangat kurang, kendaraan jangan dijalankan. Mesin akan panas dan cepat terjadi kerusakan yang berat. Usahakan selalu memeriksa oli dengan alat ukurnya. Kebocoran dapat juga dideteksi dari tetesan oli di lantai garasi atau bagian mesin.

  1. Jika baut pembuangan pelumas kendor, oli merembes ke luar, kencangkan.
  2. Jika saringan pelumas kurang kencang, kencangkan.
  3. Periksa baut-baut kepala silinder.
  4. Periksa paking. Jika baut sudah kencang tetapi masih ada rembesan oli, berarti paking rusak. Ganti dengan yang baru.

  • Karena komponen mesin aus, oli dapat masuk ke ruang bakar dan terbakar. Oli yang terbakar selain membuat gas buang menjadi putih juga meninggalkan kerak karbon dalam ruang bakar. Kerak karbon ini mengakibatkan kerja mesin terganggu. Bawa ke bengkel.



B. Oli encer atau berbusa putih.
Kemungkinan Penyebab

  1. BBM masuk ke ruang crankshaft.
  2. Air masuk ke ruang crankshaft. 

Pemeriksaan dan Perbaikan

  • Kondisi keausan yang cukup besar dan BBM yang terlalu banyak saat penyalaan, menyebabkan tekanan kompresi berkurang, sehingga BBM yang tidak terbakar dapat mengalir ke ruang crankshaft.
  •  Air yang terdapat dalam pelumas menunjukkan keretakan mesin (dinding silinder, blok mesin, atau kepala silinder), atau kerusakan paking kepala silinder. Mesin yang merupakan kerusakan berat.

MESIN MILLING dan DRILLING

Mesin Milling
Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa, juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang dikehendaki.
Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus, tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata milling agar tidak cepat aus.
Proses milling adalah proses yang menghasilkan chips (gram). Milling menghasilkan permukaan yang datar atau berbentuk profil pada ukuran yang ditentukan dan kehalusan atau kualitas permukaan yang ditentukan.
Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin milling dimulai dengan mencekam benda kerja, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dengan alat potong yang disebut cutter, dan akhirnya benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya.

Prinsip Kerja Mesin Milling
Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling. Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin milling yang bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda kerja yang telah dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan pada bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda kerja.

Jenis-Jenis Mesin Milling
Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan dengan posisi spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya. Berikut merupakan jenis-jenis mesin milling:
  • Mesin Milling Horizontal
Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan arah horizontal dan digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja dengan arah mendatar.
  • Mesin Milling Vertikal
Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin milling ini pemasangan spindel-nya pada kepala mesin adalah vertikal, pada mesin milling jenis ini ada beberapa macam menurut tipe kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat dimiringkan dan tipe kepala bergerak. Kombinasi dari dua tipe kepala ini dapat digunakan untuk membuat variasi pengerjaan pengefraisan dengan sudut tertentu.
  • Mesin Milling Universal
Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan prinsipnya. Berikut merupakan macam-macam mesin milling berdasarkan prinsipnya:
a. Frais muka
b. Frais spiral
c. Frais datar
d. Pemotongan roda gigi
e. Pengeboran
f. Reaming
g. Boring
h. Pembuatan celah
  • Plano Milling
Mesin milling yang fungsinya untuk mengerjakan benda kerja yang relatif besar, panjang dan berat.
  • Surface Milling
Jenis mesin milling yang digunakan untuk produksi massal, kepala spindel dan cutter dinaik atau turunkan.

Gerakan dalam Mesin Milling
Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3 gerakan kerja. Berikut merupakan gerakan kerja mesin milling:
  • Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu utama.
  • Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
  • Gerakan Penyetelan
Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi potong cutter, gerakan ini dapat juga disebut gerakan pengikatan.

Tipe Cutter
Cutter pada mesin milling mempunyai bentuk silindris, berputar pada sumbunya dan dilengkapi dengan gigi melingkar yang seragam. Keuntungan cutter dibanding dengan pahat bubut dan pahat ketam adalah setiap sisi potong dari pisau frais mengenai benda kerja hanya dalam waktu yang pendek pada proses pemotongan selama 1 putaran pisau frais dan pendinginannya pada waktu sisi potong mengenai benda kerja, maka hasilnya cutter frais akan lebih tahan lama.
Cutter biasanya terbuat dari HSS maupun Carbide Tripped. Gigi cutter ada yang lurus maupun ada yang mempunyai sudut, untuk yang bersudut (helix angle) dapat mengarah ke kanan dan ke kiri. Ada beberapa macam jenis cutter. Berkut merupakan jenis-jenis cutter:
  • Plain Mill Cutter
Digunakan untuk pengefraisan horizontal dari permukaan datar.
  • Shell End Mill Cutter
Pemotongan dengan menggunakan sisi muka, digunakan untuk pengefraisan dua permukaan yang tegak lurus. Pada cutter ini panjangnya lebih besar dari diameternya dan hal yang harus diingat adalah tidak boleh memasang cutter ini terbalik.
  • Face Mill Cutter
Digunakan untuk pengefraisan ringan (pemakanan kecil). Pisau ini pendek dan mempunyai sisi potong pada bagian yang melingkar dan bagian sisi mukanya, seperti shell mill cutter. Dalam jenis ini ada yang disebut Carbide Tipped. Face mill cutter, keistimewaan pisau ini adalah tentang kemudahan penggantian sisi potongnya.

Mesin Drilling
Pengeboran adalah suatu proses pengerjaan pemotongan menggunakan mata bor (twist drill) untuk menghasilkan lubang yang bulat pada material logam maupun non logam yang masih pejal atau material yang sudah berlubang. Proses menghasilkan lubang dapat pula dilakukan dengan cara yang lain yaitu dengan proses boring (memperbesar lubang).


Drilling
Boring
Alat potong mata bor pahat ISO 8/9
Material awal Bisa pejal Harus sudah berlubang
Ukuran lubang Sama dengan ukuran mata bor Lebih besar dan dapat diatur
Alat pencekam Drill chuck, sleeve Boring head


Cara Kerja Mesin Drilling
Mesin bor mempunyai prinsip dasar gerakan yaitu gerakan berputar spindel utama dan gerakan/laju pemakanan. Berikut merupakan cara kerja mesin drilling:
  • Putaran mata bor
Gerakan putaran mata bor ini merupakan gerakan berputarnya spindel mesin bor. Gerakan ini sering disebut gerakan utama (main motion). Besarnya putaran spindel ini tergantung oleh material benda kerja, material mata bor dan diameter mata bor. Gerakan utama ini diukur dalam meter/menit.
  • Laju pemakanan
Laju pemakanan adalah gerakan turunnya mata bor menuju benda kerja tiap satuan waktu. Besarnya laju pemakanan ini mempengaruhi kualitas permukaan hasil lubang. Laju pemakanan diukur dalam mm/putaran.

Bagian-Bagian Mesin Drilling
Mesin drilling memiliki bagian-bagian yang terdapat di dalamnya. Berikut merupakan bagian-bagian dari mesin drilling:
  1. Badan/Rumahan
  2. Pilar/Tiang
  3. Tenaga Penggerak
  4. Transmisi
  5. Spindel Head (Spindel tempat memasang mata bor)
  6. Meja
  7. Perangkat Kontrol
Jenis-Jenis Mesin Drilling
Mesin drilling dibedakan menjadi dua, berdasarkan tenaga penggerak dan berdasarkan kedudukan spindelnya. Berikut merupakan jenis-jenis mesin drilling:
Berdasar tenaga penggerak:
a. Mesin bor tangan
b. Mesin bor listrik
Berdasar kedudukan spindel:
a. Mesin bor vertikal
b. Mesin bor horizontal

Peleburan Dengan Tanur Induksi

1. Pendahuluan.
Penggunaan tanur induksi di industri pengecoran logam dewasa ini telah semakin berkembang. Hal ini terutama karena tanur induksi menjanjikan beberapa kelebihan antara lain:
  • Hasil peleburan bersih.
  • Mudah dalam mengatur/mengendalikan temperatur.
  • Komposisi cairan homogen.
  • Efisiensi penggunaan energi panas tinggi.
  • Dapat digunakan untuk melebur berbagai jenis material.
Namun demikian terdapat pula hambatan/kendala yang perlu diperhatikan yaitu:
  • Infestasi biaya beban tetap yang cukup besar menuntut loading yang tinggi.
  • Biaya operasi yang besar menuntut tingkat kegagalan yang rendah.
  • Dibutuhkan operator maupun teknisi berpengalaman dalam mengoperasikannya.
  • Tingkat bahaya besar, mengingat tanur ini menggunakan enerji listrik yang sangat besar.
  • Biaya perawatan besar.
Dengan demikian walaupun tanur induksi menjanjikan banyak keuntungan namun menuntut perlakuan dan pengoperasian yang BENAR meliputi:
  • Keterampilan operator.
  • Penggunaan bahan baku dengan spesifikasi jelas.
  • Preventive maintenance yang intensiv.

2. Prinsip proses peleburan dengan tanur induksi.

Tanur induksi bekerja dengan prinsip transformator dengan kumparan primer dialiri arus AC dari sumber tenaga dan kumparan sekunder. Kumparan sekunder yang diletakkan didalam medan mahnit kumparan primer akan menghasilkan arus induksi. Berbeda dengan transformator, kumparan sekunder digantikan oleh bahan baku peleburan serta dirancang sedemikian rupa agar arus induksi tersebut berubah menjadi panas yang sanggup mencairkannya.
Sesuai dengan frekuensi kerja yang digunakan, tanur induksi dikatagorikan sebagai tanur induksi frekuensi jala-jala (50 Hz – 60 Hz) dengan kapasitas lebur diatas 1 ton/jam dan tanur induksi frekuensi menengah (150 Hz – 10000 Hz) untuk tanur dengan kapasitas lebur rendah.
Frekuensi jala-jala pada tanur induksi frekuensi menengah diubah terlebih dahulu dengan menggunakan thyristor menjadi freukensi yang lebih tinggi sebelum dialirkan kekumparan primer.

 Skema tanur induksi frekuensi menengah2.

Secara umum tanur induksi terdiri dari 2 jenis yaitu:
  • Tanur induksi jenis saluran, yang digunakan sebagai holding furnace (hanya berfungsi untuk menahan temperatur cairan agar tidak turun).
  • Tanur induksi jenis krus, yang digunakan sebagai tanur peleburan.

 Prinsip pemanasan tanur induksi jenis saluran2.


Pemanasan hanya dilakukan pada bagian saluran cairan. Bahan cair yang panas akan bergerak keatas, sedangkan bahan cair yang dinggin bergerak kebawah mengisi saluran. Dengan demikian cairan didalam tanur akan mengalami sirkulasi

Potongan melintang tanur induksi jenis saluran2.


Prinsip pemanasan tanur induksi jenis krus2.


Potongan melintang tanur induksi jenis krus2

Tanur induksi jenis krus dikonstruksi sedemikian rupa disesuaikan dengan ukuran dan jenis bahan yang dilebur, sehingga terdapat tanur induksi frekuensi jala-jala, tanur induksi frekuensi menengah dan tanur induksi frekuensi tinggi.

Daerah kerja frekuensi terhadap kapasitas muat tanur2. 
Hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih frekuensi kerja tanur induksi adalah hubungannya dengan ukuran minimum bahan baku yang dapat ditembus oleh frekuensi tersebut, sebagai berikut:
gambar rumus 
dimana:
δ = kedalaman penetrasi elektromagnetik [m].
K = Konstanta bahan baku.
f = Frekuensi kerja [Hz].
Ukuran minimum bahan baku yang dapat dilebur tanpa bantuan cairan adalah:
D = 3,5 x δ
Oleh Brown Bovery Co. ditabelkan sebagai berikut.

 Dimensi minimum bahan baku [mm] 

Dengan demikian bahan baku peleburan pada tanur induksi dengan frekuensi kerja terpasang yang memiliki dimensi lebih kecil dari harga yang tertulis pada tabel diatas, harus dilebur dengan bantuan sisa cairan didalam tanur.
Pada tanur induksi frekuensi jala-jala (50 Hz), mengingat dimensi bahan baku minimumnya sedemikian besar, maka peleburan pertama selalu dimulai dengan bahan berukuran besar sebagai starting-block serta selalu disisakan sekurang-kurangnya 1/3 cairan didalam tanur untuk membantu proses peleburan berikutnya.
Akibat dari adanya arus induksi yang terus menerus mengalir didalam cairan maka akan terjadi pergerakan cairan yang disebut sebagai stirring. Kualitas dan kuantitas stirring ditentukan oleh tinggi atau rendahnya frekuensi kerja dan jumlah fasa listrik yang digunakan.

Stirring pada 1 fasa (a) dan 3 fasa (b).


Sedangkan frekuensi kerja yang semakin rendah akan mengakibatkan stirring secara kualitatif menjadi semakin besar namun kuantitatif sedikit sehingga akan muncull sebagai gejolak cairan. Frekuensi kerja yang semakin tinggi akan mengakibatkan stirring yang terjadi kecil namun merata disetiap bagian dari cairan, sehingga cairan akan tampak lebih tenang.
3. Pemuatan bahan peleburan.
Proses peleburan dengan tanur induksi akan semakin efisien bila menggunakan bahan baku yang masif (berukuran besar) dan kompak. Keuntungan yang diperoleh dari bahan masif adalah:
  1. Bahan yang dilewati oleh medan induksi lebih banyak sehingga menghasilkan enerji panas yang lebih besar.
  2. Permukaan bahan yang bersentuhan dengan udara sedikit sehingga mengurangi efek oksidasi.
  3. Bahan homogen dengan komposisi yang serupa sehingga mengurangi faktor kesalahan peramuan.
  4. Mengurangi kemungkinan bahan asing dan kotoran ikut terbawa pada saat pemuatan sehingga lebih dapat menjamin pencapaian komposisi yang dikehendaki serta mengurangi terak ataupun bahaya-bahaya lain yang ditimbulkannya.
Ketersediaan cairan didalam tanur juga akan dapat meningkatkan kecepatan peleburan. Maka dalam hal pemuatan bahan kedalam tanur indsuksi berlaku urutan sebagai berikut:
Tanur induksi frekuensi jala-jala:
  1. Sarting blok untuk awal peleburan.
  2. Sisa cairan, yaitu 1/3 dari kapasitas tanur untuk peleburan lanjutan.
  3. Besi kasar.
  4. Bahan daur ulang.
  5. Besi bekas.
  6. Baja bekas.
  7. Carburisher (bersama baja bekas).
  8. Bahan paduan, dimana padfuan dengan kehilangan terbakar (melting loss) tinggi dimuatkan paling akhir.
Poin 1 merupakan tuntutan wajib bagi tanur induksi frekuensi jaringan, sebab tanpa starting block proses peleburan tidak dapat berlangsung. Sedangkan poin 2 adalah upaya untuk meningkatkan efisiensi enerji peleburan. Poin 3 sampai 8 merupakan urutan prioritas bila bahan-bahan tersebut digunakan.
Tanur induksi frekuensi menengah dan tinggi:
  1. Sarting blok untuk awal peleburan (bila tersedia).
  2. Besi kasar.
  3. Bahan daur ulang.
  4. Besi bekas.
  5. Baja bekas.
  6. Carburisher (bersama baja bekas).
  7. Bahan paduan, dimana padfuan dengan kehilangan terbakar (melting loss) tinggi dimuatkan paling akhir.
Poin 1 lebih baik dilakukan walaupun tanpa sarting blok proses peleburan dengan tanur induksi frekuensi menengah sampai tinggi tetap dapat dilakukan. Sedangkan poin 2 sampai 7 merupakan urutan prioritas bila bahan-bahan tersebut digunakan.
Rangkuman.
  1. Tanur induksi digunakan pada proses peleburan besi, baja cor dan sedikit nonferro.
  2. Enerji peleburan diperoleh dari bahan bakar listrik.
  3. Tanur induksi terdiri dari dua jenis yaitu jenis saluran (untuk proses penahanan temperatur) dan jenis krus (untuk proses peleburan).
  4. Ukuran bahan baku sangat ditentukan oleh frekuensi kerja tanur induksi.
  5. Kualitas peleburan sangat ditentukan oleh lining tanur induksi.
Efisiensi peleburan akan naik bila bahan baku yang digunakan berukuran besar dan masif (kompak).