Get paid to share your links!
KREATIF ANAK MESIN

Senin, 28 Oktober 2013

Fungsi komponen pada Elevator


Disini akan saya jelaskan secara singkat fungsi dari masing-amsing komponen tersebut satu persatu.
Saya mengulang dari awal, bahwa pada dasarnya komponen lift ini terbagi menjadi empat bagian utama yaitu:
1. Komponen di ruang mesin (Machine Room)
2. Komponen di ruang luncur ( Hoistway).
3. Komponen di Kereta/ Car Lift
4. Komponen di luar ruang luncur pada tiap-tiap lantai.
Baiklah saya akan mulai menjelaskan satu persatu.
1. Komponen di ruang Mesin (Machine Room)
a. Control System atau Control Panel (Lemari Konttrol)
Berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan kerja dari pada lift tersebut. Permintaan baik dari luar maupun dari dalam kereta dicatat dan diolah, kemudian memberikan intruksi-intruksi agar lift bergerak, dan berhenti sesuai dengan permintaan.
b. Geared Machine atau Mesin Penggerak
Di dalam raung mesin terdapat satu mesin penggerak jenis geared. Pada mesin ini, perputaran dari motor penggerak ditransformasikan oleh roda gigi sehingga dari putaran motor tinggi dapat berubah ke putaran rendah. Kecepatan maximum dari kereta lift dengan sistem geared adalah 150mpm.
Pada mesin penggerak ini terdapat brake (rem) dimana rem ini akan berkeerja jika motor penggerak tidak dialiri listrik.
c. Primary Velocity Tranducer/ Encoder
Terdapat satu alat dengan mesin lift pada mesin penggerak gunanya untuk mendeteksi putaran motor atau kecepatan dari lift.
d. governor
Governor adalah alat pengaman, dimana jika kecepatan lift melebihi batas-batas yang telah ditentukan, maka governor ini akan bekerja dan kereta akan berhenti baik oleh elektrik maupun maupun mekanik.
e. Lalu satu komponen yang merupakan Optional yaitu ARD (Automatic Rescue Drive)
Yang berfungsi apabila sumber listrik dari PLN mendadak mati dan lift akan berhenti disembarang tempat setelah lebih dari 15 detik maka ARD akan bekerja untuk menjalankan lift ke lantai terdekat. Setelah lift sampai pada lantai otomatis lift akan mati. Lift akan normal kembali setelah listrik PLN hidup kembali.

2. Komponen di ruang luncur (Hoistway)
Ruang luncur adalah lorong atau lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang di luarnya kecuali untuk lubang dua buah lift berdampingan.
a. Guide Rail atau Rel Pemandu
Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (Counterweight). Ukuran rel untuk kereta/ car biasanya lebih besar dari pada rel bandul pengimbang/ counterweight. Guide rail ini terpasang tegak lurus dari dasar pit sampai di bawah slap ruang mesin.
b. Limit Switch/ Saklar Batas Lintas
Ada dua jenis saklar batas lintas yaitu untuk membalik arah (direction switch) dan final switch. Biasanya komponen ini terpasang di rel kereta, dipasang dibagian bawah dan dibagian atas rel. Yang berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai kamar mesin.
c. Vane Plate/ Pelat Bendera
Dipasang di rel kereta yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door).
d. Landing Door/ Pintu Pendaratan
Terdiri dari beberapa bagian, antara lain door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka maka lift tidak akan bisa dijalankan.
e. Buffer
Terletak di dua tempat yaitu: satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang/ counterweight. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot pengimbang pada saat jatuh.
f. Governor Tensioner
Merupakan pully berbandul sebagai penegang rope governor yang terletak di pit.

3. Komponen di Car/ Kereta
  • Car/ Kereta adalah kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (Counterweight) dengan tali baja lewat pully penggerak di ruang mesin,
  • Car Door/ Pintu Kereta
Terdiri dari beberapa bagian, antara lain: door hanger, door sill, door panel dan door mekanisme yang mengatur buka tutup pintu. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri dengan pintu pendaratan/ landing door sehingga apabila pintu terbuka maka lift tidak dapat dijalankan.
  • COP (Car Operating Panel)
Ada satu atau lebih COP. Biasanya terletak pada sisi depan kereta (front return panel). Pada panel tersebut terdapat tombol-tombol lantai dan tombol pengatur buka tutup pintu.
  • Interphone
Biasanya terletak pada COP (pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta, kamar mesin (Machine Room) dan ruang kontrol gedung.
  • Alarm Buzzer
Yang berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain.
  • Switcing Box
Biasanya menjadi satu dengan COP. Yang terletak dibagian bawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terdapat tombol-tombol pengatur.
  • Floor Indicator
Nomor penunjuk lantai dan arah jalannya kereta. Biasanya terletak disisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP.
  • Lampu Darurat atau Emergency Light
Biasanya terletak diatas atap kereta, fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat  (listrik mati) dengan sumber battery.
  • Saklar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch)
Terletak pada pintu darurat diatas kereta, fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan.
  • Safety Link
Mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor di kamar mesin. Berfungsi untuk menahan kereta over speed ke bawah (dalam keadaan darurat).

4. Komponen di luar ruang luncur atau di Hall
a. Tombol Lantai
Tombol pemanggil kereta di lantai/ hall.
b. Saklar Parkir
Biasanya terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button) berfungsi untuk mematikan dan menjalankan lift.
c. Saklar kebakaran/ Fireman Switch
Biasanya terletak di lobby utama disisi atas hall button, berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control/ fireman operation.
d. Hall indicator atau Penunjuk Lantai
Biasanya terletak di transom atau hall button pada masing-masing lift. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta.



Jumat, 25 Oktober 2013

Cara Membuat USB Flash Disk Menjadi Installer Windows 7 Menggunakan WinToFlash

 


Hidup bermanfaat kalau berguna buat orang lain. Beberapa hari yang lalu temen minta tolong kepada saya untuk menggantikan system operasi (OS) nya dengan yang lebih baru karena OS yang lamanya bermasalah. Karena OSnya pada saat itu adalah windows 7, saya menyarankan kepada dia untuk menggantinya dengan windows 8 dan dia sepakat. Maka saya pun mulai menginstalkan windows 8 di laptopnya dengan menggunakan flashdisk.  Maklum sob, cara ini memang lebih simple meski laptopnya memiliki CD/DVD ROOM yang bisa di jadikan sebagai installer windows.

Selain di laptop, kita juga bisa menggunakan flasdisk untuk menginstal windows di komputer ataupun di notebook. Notebook tidak memiliki CD/DVD ROM, jadi kebanyakan mereka menggunakan flashdisk untuk menginstal windows di PC notebooknya. Saya pun seperti itu, notebook saya ini di install dengan menggunakan flashdisk.  
Untuk membuat installer windows 7 di Flashdisk, kita memerlukan bantuan sebuah software bernama WinToFlash. Dari namanya sudah bisa di tebak, software ini memindahkan windows ke Flasdisk sehingga bisa di jadikan installer. Bukan cuman windows 7, windows xp dan vista pun bisa di jadikan installer di USB Flash Disk dengan bantuan software ini.
Silahkan download dulu WinToFlash-nya sebelum mulai mencoba. (Link download ada di bagian bawah postingan ini).

Langkah-langkah membuat Installer Windows 7 di Flashdisk dengan WinToFlash :
  • Siapkan Flashdisk kosong dengan ukuran 4Gb atau 8Gb lebih baik. Kalau belum kosong, silahkan back up terlebih dahulu karena nanti akan di format ulang oleh WinToFlash
  • Siapkan pula file installer windows 7 atau windows xp, baik yang berupa DVD, ISO atau yang lainnya. Kalau belum punya silahkan minta sama teman yang punya
  • Ekstrak file WinToFlash yang telah anda download tadi  dan jalankan file WinToFlash.exe
  • Pilih Menu “Transfer Windows Vista/2008/7/8 setup to USB Drive” untuk menyiapkan Windows kedalam flashdisk. ( pada gambar dibawah saya memilih itu karena saya akan menginstal windows 7 untuk komputer saya)
 
  • Setelah itu klik “Run” dan akan muncul tampilan seperti gambar berikut
 
  • Perhatikan menu “vista setup files path:” silahkan anda klik select dan  tentukan di mana lokasi tempat folder windows yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  • Pada menu “USB Drive:” silahkan klik select dan tentukan lokasi flashdisk yang telah anda tancapkan. ( Nb: mulai dari sini, data di flashdisk akan hilang semua ).
  • Klik tombol “Run” dan proses transfer segera berjalan. Tunggu saja, karena ini akan  agak lama tergantung kemampuan baca tulis flashdisk anda. Jika ada Tulisan error sewaktu menunggu abaikan saja, itu sebenarnya adalah iklan yang ingin ditampilkan tapi tidak terkoneksi dengan internet jadi tidak keluar.
  • Setelah selesai. USB Flash Disk anda telah siap di gunakan sebagai installer Windows 7 (OS) ke PC anda.
Mudah bukan?
Namun dengan cara ini anda sangat membutuhkan kesabaran karena prosesnya membutuhkan waktu lama. Sekian dan terima kasih. Mudah-mudahan dapat membantu saudara sekalian.

nah sekarang untuk Download USB Instalernya silahkan Klik link di bawah

Download Universal USB Installer 1.9.2.1


 


Panduan Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk

Panduan Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk - menginstall windows merupakan kelebihan tersendiri dari teknisi, karena banyak orang pengguna laptop atau PC tidak bisa menginstall sendiri windowsnya dan meminta tolong kepada teknisi (membayar). Nah untuk apa kita membayar kalu kita bisa sendiri dengan belajar sendiri. nah lebih hemat kan? untuk kali ini saya samsulplur ingin berbagi panduan tentang  Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk

Catatan :
Sebelum memulai penginstalan anda harus menyiapkan flashdisk untuk tempat master windows. dan anda harus mengosongkan semua data (hanya master windows saja). Terlebih dahulu anda harus  

Mentransfer Windows installer ke Flashdisk caranya KLIK DISINI
  • Masukan Flash Disk Ke Laptop/Netbook/Komputer sebelum dinyalakan.
  • Nyalakan Laptop, kemudian masuk ke Setup Menu dengan menekan F2 (Pada beberapa Laptop lain, mungkin dengan menekan Esc, Del, F1 kadang F10).
Persiapan Install Windows
  • Pilih setting Boot Pertama ke Flash Disk (USB), kemudian Exit dan Save, maka Laptop akan segera Restart.
 
  • Pada Langkah ini Instalasi Windows otomatis akan berjalan seperti biasa sebagaimana instalasi menggunakan DVD installer.
 
  • Jika Instalasi Windows telah selesai, Kemudian akan Restart, dan pada saat itu Cabutlah Flash Disk  untuk menghindari pengulangan Setup Windows, Kemudian Windows akan berjalan dengan sendirinya untuk Instalasi Lanjutan (Finalizing Instalation).Catatan: 
    Untuk Windows XP saya belum mencobanya, mungkin flashdisk jangan dicabut dulu, dan setting booting pada langkah 9, dikembalikan lagi kesemula, jadi Hard Disk yang Pertama Boot.

  • Setelah Restart, maka Anda akan menemukan bahwa Proses Instalasi Windows telah Sukses. 

Selamat, Mudah-mudahan berjalan lancar.
 

Rabu, 23 Oktober 2013

KETEL UAP ( EXTERNAL COMBUSTION ENGINE)


A. Pengertian ketel uap


Ketel uap adalah alat untuk menghasilkan uap, dimana
terdiri dari dua bagian yang penting, Yaitu :
  • Dapur pemanas : adalah penghasil panas yang di apat dari pembakaran bahan bakar 
  • Boiler proper: adalah alat pengubah air menjadi uap atau fluida panas kemudian disirkulasikan dari ketel untuk berbagi proses dalam aplikasi pemanasan.
B. Macam macam boiler
  • Ketel pipa api (fire tube boiler) or (shell boiler).
  • Air di dalam tabung dan diluar api


  • Ketel Pipa air ( Water tube boiler)


C. Instalasi ketel uap


D. Cara kerja



Air umpan ketel dari tangki dipompakan untuk dipanaskan
awal sebelum masuk ketel uap
Dari economizer air yang sudah hangat dialirkan, selan
jutnya dipanaskan sampai menghasilkan uap jenuh (saturated
steam)
Uap jenuh dari ketel dipanaskan lanjut di pemanas
(superheater) dan menghasilkan uap panas lanjut (superheated
steam) yang siap untuk digunakan, seperti:
  1. Menggerakan turbin uap (steam turbin)
  2. Untuk keperluan pemrosesan (merebus, memanaskan dll
Steam generation juga dilengkapi dengan peralatan peralatan
keselamatan, seperti:
  1. Pengukur level sir di ketel
  2. Pengukur tekanan di ketel

Cara Kerja System Radiator dan Sistem Pendingin pada Mobil

Cara Kerja System Radiator dan Sistem Pendingin, Motor-motor terbaru saat ini telah banyak dilengkapi dengan piranti pendingin cairan yang lebih dikenal dengan “radiator”. Motor seperti Honda CS1, Vario, Yamaha Vixion, Jupiter MX, Kawazaki Ninja 2tak ataupun 250 4tak sudah memakai piranti ini.. Bagaimana cara kerja “radiator” ini, mari kita bahas perlahan-lahan.

Radiator adalah bagian dari sebuah sistem pendinginan mesin. Jadi, radiator bukan part sebatang kara dalam meredam panas pembakaran bahan bakar.
Sistem pendinginan mesin terdiri dari beberapa part yaitu :
  • Radiator
Part yang terlihat banyak kisi-kisi atau celah-celah kecil yang tersusun rapi dengan bahan aluminium. Dan biasanya diletakkan di depan mesin.

  
  • Kipas radiator
Part yang berfungsi membantu memaksimalkan proses pendinginan radiator. Walaupun radiator dah terbuat dari bahan aluminium yang terbukti baik dalam penyerapan dan pelepasan panas, namun pada suhu tertentu yaitu diatas 80 derajad celcius, sangat memerlukan bantuan pendingin radiator dengan kipas ini, sehingga temperatur mesin dapat di jaga lebih ideal.

  
  • Water Pump
Atau disebut pompa cairan radiator, berfungsi mensirkulasikan cairan radiator dari silinder block lalu head untuk mengambil panas lalu cairan masuk ke radiator utk dibuang panasnya. Pompa ini bekerja terus-menerus selama mesin bekerja, ada yang menggunakan putaran poros engkol atau crankshaft, ada juga meminta putaran noken as atau camshaft, bahkan ada pula yang memakai pompa elektris yang diputar oleh aki. Pompa air ini menggunakan type pompa sentrifugal yang menggunakan sudu-sudu atau propeler untuk menimbulkan tekanan atau head energy agar dapat bersirkulasi ke seluruh lintasan selang radiator.

 
  • Thermo Sensor
Suatu piranti yang membaca suhu cairan yang keluar dari silinder head atau mesin dan akan mau masuk ke radiator. Penempatan ini dimaksudkan agar suhu yang dibaca merupakan suhu panas yang terjadi di silinder head. Pembacaan suhu ini langsung terkoneksi ke speedometer, sehingga pengemudi dapat mengetahui kondisi panas mesin motornya. Bisa terbaca garis-garis tebal, atau juga angka.
 

  • Thermo switch
Suatu piranti saklar yang menyambungkan aliran arus baterei ke kipas radiator. Sebagaimana kita tahu di atas bahwa kipas radiator hanya bekerja saat suhu mesin dianggap panas, yaitu saat suhu radiator diatas 100 derajad celcius. Nah termoswitch ini yang mengontrol kapan kipas harus diputar.

 
  • Thermostat
Suatu piranti yang mengatur debit aliran cairan radiator antara mesin masih dingin dan panas. Termostat ini berbentuk seperti klep atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, pintu ini terbuka sedikit sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit sehingga panas yang ditransfer memang masih sedikit. Namun, saat mesin sudah panas, menghasilkan panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran maksimal dan proses penyerapan panas pun bisa maksimal.
 

  • Reservoir tank
 Suatu tempat penampungan cairan radiator cadangan dan overflow dari radiator.

 
  • Radiator cap
Tutup radiator ini memiliki pegas klep yang berfungsi saat dingin, membuka masuk sehingga cairan dari tangki cadangan bisa menambah volume yang bersirkulasi di radiator. Namun saat panas, tutup ini akan membuka klep ke arah keluar untuk mengalirkan cairan yang balik ke tangki cadangan.


nah, sekarang kita balik ke Radiator, benda ini terdiri dari beberapa pipa kapiler kecil yang tersusun rapi yang bagian luar ditempeli oleh kisi-kisi aluminium.
Sistem ini bekerja memakai prinsip konveksi, konduksi lalu konveksi dan radiasi.
Pertama-tama, cairan akan dipompakan memasuki silinder block lalu naek ke atas silinder head untuk mengambil atau menyerap panas mesin akibat pembakaran. Lalu keluar melalui selang radiator menuju termostat sebagai pengatur debit aliran, lalu melewati termosensor untuk dibaca panas nya, kemudian masuk ke radiator dari sisi atas, kemudian mengalir ke pipa2 kapiler kecil sampai ke bawah.
Panas mesin ini berpindah ke cairan melalui proses konveksi, lalu merambat ke dinding pipa2 kecil radiator dan terjadilah perambatan konduksi ke seluruh kisi-kisi. Lalu dari kisi-kisi akan menyalurkan panas ke udara sekitar, bahkan saat suhu panas, udara akan dipaksa oleh kipas untuk bertumbukan atau bersinggungan dengan kisi-kisi radiator.
Nah. Selama proses diatas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam keadaan penuh, maka mesin akan bekerja di suhu yang stabil, sehingga menghasilkan power yang maksimal di berbagai kondisi panas mesin.

Pengertian Timing Belt

timing belt dan tensioner toyota
Timing Belt dan Tensioner
Bagi para pengguna mobil mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata Timing Belt. Hampir sebagian besar mobil toyota sudah menggunakan timing belt dibandingkan rantai timing. Serang mari kita mengenal lebih dalam fungsi timing belt dan pengaruhnya apabila timing belt putus di tengah pemakaian.
Rantai timing mobil toyota
Rantai Timing

Sejarah Timing Belt

Pada awalnya kendaraan menggunakan rantai timing sebagai penggerak noken as mereka. Memang umur rantai timing jauh lebih lama daripada timing belt yang hanya berumur 40.000 -60.000Km. Tetapi kelemahan rantai timing adalah bunyinya yang cenderung kasar dan butuh perawatan yang cukup repot seperti melumasi rantai timing setiap 30.000km. Belum lagi mobil yang menggunakan rantai timing biasanya berbahaya untuk dipakai untuk kecepatan tinggi.
Charles Gates dan John Gates adalah pencetus ide pertama kali untuk menggunakan timing belt dari bahan rubber sebagai pengganti rantai timing mobil.Dua bersaudara ini memang salah satu penemu untuk fanbelt mobil dan mereka mengembangkan bahan dari fanbelt untuk dijadikan timing belt.Dan hingga saat ini Gates company masih merupakan pemasok tunggal untuk timing belt original beberapa perusahaan otomotif dunia seperti Toyota, Ford, BMW, Mercy,  Hyundai, KIA dan masih banyak lagi.
Pada awalnya Gates company ini lebih mendominasi pasar eropa dan amerika untuk masalah fanbelt dan timing belt.Sedangkan di pasar Asia timing belt dan fanbelt dominan dipegang  oleh Nitta ( Japan Product ) yang mulai beroperasional dari tahun 1946.Ketika Gates ingin berinvansi ke pasar asia, Gates  pun seperti terhadang  tembok besar dari Nitta Japan.Orang Asia di jaman itu lebih mencintai dan memakai produk dari sesama bangsa  asia daripada eropa.Tetapi pada  tahun 1968, Gates pun membeli saham Nitta sebesar 51% dan itu membuat Gates menjadi pemilik pasar asia pula dan Nitta pun diakuisisi menjadi Gates Unitta.
Oleh karena itu pabrikan mobil Japan biasa, timing belt originalnya pun memiliki logo unitta sedangkan pabarikan  mobil eropa dengan brand Gates.Keduanya adalah sama-sama buatan Gates Companny untuk timing belt.

Jadi apabila ingin menggunakan timing belt after market gunakan merk Gates karena memang mereka yang mensuplai untuk kebutuhan timing belt terutama untuk timing belt Toyota Genuine Part.

Benar-benar tidak ada beda antara Gates dengan spare part original toyota ?

Tentu saja ada perbedaan, timing belt Gates tidak ada no part toyota karena ini merupakan perjanjian kontrak dengan Toyota bahwa Gates dilarang keras untuk membuat cetakan part number dengan Toyota. Tetapi sebagai bukti agar lebih yakin, rekan-rekan sekalian dapat juga mengecek timing belt Hyundai original juga ada nama Gates. Selain itu di mobil eropa seperti Mercy dan BMW juga ada merk Gates. Secara kualitas dapat dibilang serupa 100persen.

Fungsi Timing Belt

letak timing belt mobil toyota
letak timing belt
Adapun fungsi timing belt adalah untuk memutar camshaft (atau disebut noken as) yang berperan untuk membuka dan menutup valve (klep) pada ruang pembakaran dengan tepat timingnya.
Dan secara fungsi ada 2 macam klep yaitu, klep intake yang berfungsi untuk jalur masuk oksigen dan bahan bakar (bensin) ke dalam ruang pembakaran dan satu lagi adalah klep exhaust yang berfungsi untuk membuang sisa pembakaran. Kedua klep tersebut digerakan oleh noken as yang berputar, dan tugas timing belt adalah untuk memutar noken as tersebut.

Akibat Timing Belt Putus

Sekarang mari kita bayangkan jika timing belt pada mesin putus di saat mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup klep pun berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus kondisi klep sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang pembakaran).Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak klep yang sedang terbuka tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, klep dan kepala piston yang beradu tersebut akan hancur.
Jika hal ini sampai terjadi (timing belt putus), maka mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk dihidupkan, maka akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada piston dan klep.Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan klep kemungkinan besar harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena posisi mereka ada didalam silinder pembakaran.Harganya-pun relatif mahal untuk turun mesin.

Timing belt mempunyai umur pakai selama 40.000 - 60.000 km.Timing belt sendiri letaknya tertutup sehingga tidak dapat dilihat kasat mata dan tidak memiliki ciri-ciri apakah sudah dalam kondisi perlu penggantian part atau belum.Dan yang perlu diingat, Timing Belt itu tidak sama dengan Fan Belt (tali kipas) yang dapat dilihat dengan mudah oleh mata  kita.Timing belt hanya menggandalkan record / catatan yang biasa ditulis tangan dan ditempel di cylinder head.

fan belt mobil toyota
fan belt / tali kipas
Jadi sangat dianjurkan agar teman-teman sekalian, jangan sampai telat mengganti timing belt sehingga  menyebabkan resiko turun mesin yang dapat mencapai angka jutaan rupiah. Dan sebagai saran tambahan, apabila ingin mengganti timing belt, sudah sewajarnya tensioner pada timing belt ikut diganti pula.

 

 

Daftar mobil Toyota yang menggunakan timing belt :

1.Corolla Twincam
2.Corolla Great
3.Corolla Allnew
4.Corona Twincam
5.Corona Absolute
6.Soluna
7.Starlet  
8.Kijang Diesel
9.Innova Diesel
10.Landcruiser


Kegunaan Turbo Pada Mobil

Bagi SO mania yang belum mengetahui apa fungsi Turbo Charge atau Turbo, piranti Turbo Charge itu sebenarnya merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai pemadat udara untuk mesin, sehingga udara dapat tersedot dengan sangat banyak melalui pergerakan turbin yang terdapat didalamnya untuk dialirkan ke mesin.

Akibat dari banyaknya udara yang tersedot melalui proses kerja Turbo Charge inilah mesin pun semakin banyak memiliki oksigen untuk melakukan proses pembakaran. Alhasil secara signifikan tenaga mesin pun akan bertambah. Jika mesin mobil telah menggunakan Turbo Charge, maka umumnya tenaga mobil akan meningkat sampai 50%, perbandingannya adalah mesin standar 1000 cc yang memakai Turbo Charge, tenaganya akan sama dengan mesin standar 1500 cc Non-turbo, terang Ko Apin pentolan bengkel AMS di bilangan Kebun Jeruk.

Turbo Charge Bolt-On
Proses aplikasi Turbo Charge pada mesin terbilang sangat kompleks. Turbo Charge tidak dapat diaplikasikan pada mesin tanpa ada piranti pendukungnya. Seperti harus adanya ECU tambahan sejenis piggy back, akan tetapi bukan piggy back. Untuk itu piranti Turbo Charge biasanya bisa didapatkan 1 set dengan piranti pendukungnya (Bolt On) mulai dari ECU tambahan, pipa manifold dan yang lainnya. Turbo Charge Bolt On sudah didesain untuk mobil tertentu, sehingga instalatur hanya tinggal membeli lalu memasangnya. Desain pipa penghubung Turbo akan sangat mempengaruhi power / tenaga yang dihasilkan. Turbo Charge Bolt On tersedia dalam banyak merk, seperti HKS, Zero1000, dll, semua memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda.

Pengaplikasian Turbo Charge Bolt On mengubah dunia di dalam mesin. Ibaratnya, sewaktu mesin masih dalam keadaan standard dunia di dalam mesin adalah angin semilir yang berhembus sepoi-sepoi. Tetapi begitu Turbo dicangkokan angin semilir itu berubah menjadi badai besar dengan kekuatan luar biasa. Oleh karena itu pengaplikasian Turbo Charge harus diikuti dengan pemasangan perangkat intercooler agar mesin tidak jebol akibat dari kerja Turbo Charge yang dapat menghasilkan tekanan dan panas sangat tinggi akibat perputaran turbin didalamnya. Semakin besar ukuran Turbo Charge atau yang biasa dikenal dengan sebutan rumah keong ini, maka ukuran intercooler juga harus semakin besar, agar mampu mengimbangi imbas dari Turbo Charge tersebut.

Settingan Gahar, Beresiko Tinggi
Turbo dapat disetting untuk bekerja pada level performa tertentu. Bila dalam disetting dengan tekanan (boost) semakin besar maka mesin pun harus mengalami perombakan agar tidak jebol. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan kompresi mesin. Karena sifatnya cukup kompleks dan teknis, semua aplikasi Turbo Charge harus dilakukan dengan bengkel mesin yang professional dan sudah berpengalaman.


CARA KERJA KATUP ENGINE MOBIL

PENGERTIAN KATUP

Katup adalah suatu komponen yang sangat penting adanya dalam suatu mesin kendaraan.
katup yang dalam bahasa inggrisnya biasa disebut dengan valve ini digunakan untuk menghisap bahan bakar dan membuang sisa-sisa pembakaran yang ada dalam ruang bakar.

FUNGSI KATUP
Didalam mesin kendaraan bermotor pasti ada suatu komponen yang namanya katup atau valve ini, karena di sini peran katup sangat penting karena dalam sebuah engine mobil katup atau valve ini berfungsi untuk mensirkulasi bahan bakar yang akan masuk keruang bakar dan membuka saluran buang yang akan membuang sisa-sisa dari pembakaran.
Katup pada sebuah mesin kendaraan ada 2 dan memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Diantaranya adalah :

· Katup hisap
Katup hisap berfungsi untuk membuka saluran bahan bakar yang akan masuk pada ruang bakar.
Katup hisap ini bekerja atau membuka pada saat piston akhir langkah buang sampai pada saat piston awal langkah kompresi.

· Katup buang
Katup buang ini berfungsi untuk membuka saluran buang yang akan membuang sisa-sisa pembakaran.
Katup buang ini bekerja atau membuka pada saat piston akhir langkah kerja sampai pada saat piston awal langkah hisap.

BERIKUT INI ADALAH GAMBAR BAGIAN-BAGIAN DAN CARA KERJA KATUP