Kamis, 05 Desember 2013
Senin, 28 Oktober 2013
Fungsi komponen pada Elevator
Disini akan saya jelaskan secara singkat fungsi dari masing-amsing komponen tersebut satu persatu.
Saya mengulang dari awal, bahwa pada dasarnya komponen lift ini terbagi menjadi empat bagian utama yaitu:
1. Komponen di ruang mesin (Machine Room)
2. Komponen di ruang luncur ( Hoistway).
3. Komponen di Kereta/ Car Lift
4. Komponen di luar ruang luncur pada tiap-tiap lantai.
Baiklah saya akan mulai menjelaskan satu persatu.
1. Komponen di ruang Mesin (Machine Room)
a. Control System atau Control Panel (Lemari Konttrol)
Berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan kerja dari pada lift tersebut. Permintaan baik dari luar maupun dari dalam kereta dicatat dan diolah, kemudian memberikan intruksi-intruksi agar lift bergerak, dan berhenti sesuai dengan permintaan.
b. Geared Machine atau Mesin Penggerak
Di dalam raung mesin terdapat satu mesin penggerak jenis geared. Pada mesin ini, perputaran dari motor penggerak ditransformasikan oleh roda gigi sehingga dari putaran motor tinggi dapat berubah ke putaran rendah. Kecepatan maximum dari kereta lift dengan sistem geared adalah 150mpm.
Pada mesin penggerak ini terdapat brake (rem) dimana rem ini akan berkeerja jika motor penggerak tidak dialiri listrik.
c. Primary Velocity Tranducer/ Encoder
Terdapat satu alat dengan mesin lift pada mesin penggerak gunanya untuk mendeteksi putaran motor atau kecepatan dari lift.
d. governor
Governor adalah alat pengaman, dimana jika kecepatan lift melebihi batas-batas yang telah ditentukan, maka governor ini akan bekerja dan kereta akan berhenti baik oleh elektrik maupun maupun mekanik.
e. Lalu satu komponen yang merupakan Optional yaitu ARD (Automatic Rescue Drive)
Yang berfungsi apabila sumber listrik dari PLN mendadak mati dan lift akan berhenti disembarang tempat setelah lebih dari 15 detik maka ARD akan bekerja untuk menjalankan lift ke lantai terdekat. Setelah lift sampai pada lantai otomatis lift akan mati. Lift akan normal kembali setelah listrik PLN hidup kembali.
2. Komponen di ruang luncur (Hoistway)
Ruang luncur adalah lorong atau lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang di luarnya kecuali untuk lubang dua buah lift berdampingan.
a. Guide Rail atau Rel Pemandu
Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (Counterweight). Ukuran rel untuk kereta/ car biasanya lebih besar dari pada rel bandul pengimbang/ counterweight. Guide rail ini terpasang tegak lurus dari dasar pit sampai di bawah slap ruang mesin.
b. Limit Switch/ Saklar Batas Lintas
Ada dua jenis saklar batas lintas yaitu untuk membalik arah (direction switch) dan final switch. Biasanya komponen ini terpasang di rel kereta, dipasang dibagian bawah dan dibagian atas rel. Yang berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai kamar mesin.
c. Vane Plate/ Pelat Bendera
Dipasang di rel kereta yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door).
d. Landing Door/ Pintu Pendaratan
Terdiri dari beberapa bagian, antara lain door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka maka lift tidak akan bisa dijalankan.
e. Buffer
Terletak di dua tempat yaitu: satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang/ counterweight. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot pengimbang pada saat jatuh.
f. Governor Tensioner
Merupakan pully berbandul sebagai penegang rope governor yang terletak di pit.
3. Komponen di Car/ Kereta
- Car/ Kereta adalah kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (Counterweight) dengan tali baja lewat pully penggerak di ruang mesin,
- Car Door/ Pintu Kereta
- COP (Car Operating Panel)
- Interphone
- Alarm Buzzer
- Switcing Box
- Floor Indicator
- Lampu Darurat atau Emergency Light
- Saklar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch)
- Safety Link
4. Komponen di luar ruang luncur atau di Hall
a. Tombol Lantai
Tombol pemanggil kereta di lantai/ hall.
b. Saklar Parkir
Biasanya terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button) berfungsi untuk mematikan dan menjalankan lift.
c. Saklar kebakaran/ Fireman Switch
Biasanya terletak di lobby utama disisi atas hall button, berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control/ fireman operation.
d. Hall indicator atau Penunjuk Lantai
Biasanya terletak di transom atau hall button pada masing-masing lift. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta.
Jumat, 25 Oktober 2013
Cara Membuat USB Flash Disk Menjadi Installer Windows 7 Menggunakan WinToFlash
Hidup bermanfaat kalau berguna buat orang lain. Beberapa hari yang lalu
temen minta tolong kepada saya untuk menggantikan system operasi (OS)
nya dengan yang lebih baru karena OS yang lamanya bermasalah. Karena
OSnya pada saat itu adalah windows 7, saya menyarankan kepada dia untuk
menggantinya dengan windows 8 dan dia sepakat. Maka saya pun mulai
menginstalkan windows 8 di laptopnya dengan menggunakan flashdisk.
Maklum sob, cara ini memang lebih simple meski laptopnya memiliki CD/DVD
ROOM yang bisa di jadikan sebagai installer windows.
Selain di laptop, kita juga bisa menggunakan flasdisk untuk menginstal
windows di komputer ataupun di notebook. Notebook tidak memiliki CD/DVD
ROM, jadi kebanyakan mereka menggunakan flashdisk untuk menginstal
windows di PC notebooknya. Saya pun seperti itu, notebook saya ini di
install dengan menggunakan flashdisk.
Untuk membuat installer windows 7 di Flashdisk, kita memerlukan bantuan
sebuah software bernama WinToFlash. Dari namanya sudah bisa di tebak,
software ini memindahkan windows ke Flasdisk sehingga bisa di jadikan
installer. Bukan cuman windows 7, windows xp dan vista pun bisa di
jadikan installer di USB Flash Disk dengan bantuan software ini.
Silahkan download dulu WinToFlash-nya sebelum mulai mencoba. (Link download ada di bagian bawah postingan ini).
Langkah-langkah membuat Installer Windows 7 di Flashdisk dengan WinToFlash :
- Siapkan Flashdisk kosong dengan ukuran 4Gb atau 8Gb lebih baik. Kalau belum kosong, silahkan back up terlebih dahulu karena nanti akan di format ulang oleh WinToFlash
- Siapkan pula file installer windows 7 atau windows xp, baik yang berupa DVD, ISO atau yang lainnya. Kalau belum punya silahkan minta sama teman yang punya
- Ekstrak file WinToFlash yang telah anda download tadi dan jalankan file WinToFlash.exe
- Pilih Menu “Transfer Windows Vista/2008/7/8 setup to USB Drive” untuk menyiapkan Windows kedalam flashdisk. ( pada gambar dibawah saya memilih itu karena saya akan menginstal windows 7 untuk komputer saya)
- Setelah itu klik “Run” dan akan muncul tampilan seperti gambar berikut
- Perhatikan menu “vista setup files path:” silahkan anda klik select dan tentukan di mana lokasi tempat folder windows yang sudah anda siapkan sebelumnya.
- Pada menu “USB Drive:” silahkan klik select dan tentukan lokasi flashdisk yang telah anda tancapkan. ( Nb: mulai dari sini, data di flashdisk akan hilang semua ).
- Klik tombol “Run” dan proses transfer segera berjalan. Tunggu saja, karena ini akan agak lama tergantung kemampuan baca tulis flashdisk anda. Jika ada Tulisan error sewaktu menunggu abaikan saja, itu sebenarnya adalah iklan yang ingin ditampilkan tapi tidak terkoneksi dengan internet jadi tidak keluar.
- Setelah selesai. USB Flash Disk anda telah siap di gunakan sebagai installer Windows 7 (OS) ke PC anda.
Namun dengan cara ini anda sangat membutuhkan kesabaran karena prosesnya membutuhkan waktu lama. Sekian dan terima kasih. Mudah-mudahan dapat membantu saudara sekalian.
nah sekarang untuk Download USB Instalernya silahkan Klik link di bawah
Download Universal USB Installer 1.9.2.1
Panduan Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk
Panduan Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk - menginstall
windows merupakan kelebihan tersendiri dari teknisi, karena banyak
orang pengguna laptop atau PC tidak bisa menginstall sendiri windowsnya
dan meminta tolong kepada teknisi (membayar). Nah untuk apa kita
membayar kalu kita bisa sendiri dengan belajar sendiri. nah lebih hemat
kan? untuk kali ini saya samsulplur ingin berbagi panduan tentang Cara Menginstall Windows 7 dengan Flashdisk.
Catatan :
Sebelum memulai penginstalan anda harus menyiapkan flashdisk untuk tempat master windows. dan anda harus mengosongkan semua data (hanya master windows saja). Terlebih dahulu anda harus
Mentransfer Windows installer ke Flashdisk caranya KLIK DISINI
- Masukan Flash Disk Ke Laptop/Netbook/Komputer sebelum dinyalakan.
- Nyalakan Laptop, kemudian masuk ke Setup Menu dengan menekan F2 (Pada beberapa Laptop lain, mungkin dengan menekan Esc, Del, F1 kadang F10).

- Pilih setting Boot Pertama ke Flash Disk (USB), kemudian Exit dan Save, maka Laptop akan segera Restart.
- Pada Langkah ini Instalasi Windows otomatis akan berjalan seperti biasa sebagaimana instalasi menggunakan DVD installer.
- Jika Instalasi Windows telah
selesai, Kemudian akan Restart, dan pada saat itu Cabutlah Flash Disk untuk menghindari pengulangan Setup Windows,
Kemudian Windows akan berjalan dengan sendirinya untuk Instalasi Lanjutan (Finalizing
Instalation).Catatan:
Untuk Windows XP saya belum mencobanya, mungkin flashdisk jangan dicabut dulu, dan setting booting pada langkah 9, dikembalikan lagi kesemula, jadi Hard Disk yang Pertama Boot.
- Setelah Restart, maka Anda akan menemukan bahwa Proses Instalasi Windows telah Sukses.

Selamat, Mudah-mudahan berjalan lancar.
Rabu, 23 Oktober 2013
KETEL UAP ( EXTERNAL COMBUSTION ENGINE)

Ketel uap adalah alat untuk menghasilkan uap, dimana
terdiri dari dua bagian yang penting, Yaitu :
- Dapur pemanas : adalah penghasil panas yang di apat dari pembakaran bahan bakar
- Boiler proper: adalah alat pengubah air menjadi uap atau fluida panas kemudian disirkulasikan dari ketel untuk berbagi proses dalam aplikasi pemanasan.
- Ketel pipa api (fire tube boiler) or (shell boiler).
- Air di dalam tabung dan diluar api

- Ketel Pipa air ( Water tube boiler)

C. Instalasi ketel uap

D. Cara kerja

Air umpan ketel dari tangki dipompakan untuk dipanaskan
awal sebelum masuk ketel uap
Dari economizer air yang sudah hangat dialirkan, selan
jutnya dipanaskan sampai menghasilkan uap jenuh (saturated
steam)
Uap jenuh dari ketel dipanaskan lanjut di pemanas
(superheater) dan menghasilkan uap panas lanjut (superheated
steam) yang siap untuk digunakan, seperti:
- Menggerakan turbin uap (steam turbin)
- Untuk keperluan pemrosesan (merebus, memanaskan dll
keselamatan, seperti:
- Pengukur level sir di ketel
- Pengukur tekanan di ketel
Cara Kerja System Radiator dan Sistem Pendingin pada Mobil
Cara Kerja System Radiator dan Sistem Pendingin, Motor-motor terbaru saat ini telah banyak dilengkapi dengan piranti pendingin cairan yang lebih dikenal dengan “radiator”. Motor seperti Honda CS1, Vario, Yamaha Vixion, Jupiter MX, Kawazaki Ninja 2tak ataupun 250 4tak sudah memakai piranti ini.. Bagaimana cara kerja “radiator” ini, mari kita bahas perlahan-lahan.
Radiator adalah bagian dari sebuah sistem pendinginan mesin. Jadi, radiator bukan part sebatang kara dalam meredam panas pembakaran bahan bakar.
Sistem pendinginan mesin terdiri dari beberapa part yaitu :
Radiator adalah bagian dari sebuah sistem pendinginan mesin. Jadi, radiator bukan part sebatang kara dalam meredam panas pembakaran bahan bakar.
Sistem pendinginan mesin terdiri dari beberapa part yaitu :
- Radiator
- Kipas radiator
- Water Pump
Atau disebut pompa cairan radiator, berfungsi mensirkulasikan cairan radiator dari silinder block lalu head untuk mengambil panas lalu cairan masuk ke radiator utk dibuang panasnya. Pompa ini bekerja terus-menerus selama mesin bekerja, ada yang menggunakan putaran poros engkol atau crankshaft, ada juga meminta putaran noken as atau camshaft, bahkan ada pula yang memakai pompa elektris yang diputar oleh aki. Pompa air ini menggunakan type pompa sentrifugal yang menggunakan sudu-sudu atau propeler untuk menimbulkan tekanan atau head energy agar dapat bersirkulasi ke seluruh lintasan selang radiator.
- Thermo Sensor
Suatu piranti yang membaca suhu cairan yang keluar dari silinder head atau mesin dan akan mau masuk ke radiator. Penempatan ini dimaksudkan agar suhu yang dibaca merupakan suhu panas yang terjadi di silinder head. Pembacaan suhu ini langsung terkoneksi ke speedometer, sehingga pengemudi dapat mengetahui kondisi panas mesin motornya. Bisa terbaca garis-garis tebal, atau juga angka.
- Thermo switch
Suatu piranti saklar yang menyambungkan aliran arus baterei ke kipas radiator. Sebagaimana kita tahu di atas bahwa kipas radiator hanya bekerja saat suhu mesin dianggap panas, yaitu saat suhu radiator diatas 100 derajad celcius. Nah termoswitch ini yang mengontrol kapan kipas harus diputar.
- Thermostat
Suatu piranti yang mengatur debit aliran cairan radiator antara mesin masih dingin dan panas. Termostat ini berbentuk seperti klep atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, pintu ini terbuka sedikit sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit sehingga panas yang ditransfer memang masih sedikit. Namun, saat mesin sudah panas, menghasilkan panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran maksimal dan proses penyerapan panas pun bisa maksimal.
- Reservoir tank
Suatu tempat penampungan cairan radiator cadangan dan overflow dari radiator.
- Radiator cap
Tutup radiator ini memiliki pegas klep yang berfungsi saat dingin, membuka masuk sehingga cairan dari tangki cadangan bisa menambah volume yang bersirkulasi di radiator. Namun saat panas, tutup ini akan membuka klep ke arah keluar untuk mengalirkan cairan yang balik ke tangki cadangan.
nah, sekarang kita balik ke Radiator, benda ini terdiri dari beberapa pipa kapiler kecil yang tersusun rapi yang bagian luar ditempeli oleh kisi-kisi aluminium.
Sistem ini bekerja memakai prinsip konveksi, konduksi lalu konveksi dan radiasi.
Pertama-tama, cairan akan dipompakan memasuki silinder block lalu naek ke atas silinder head untuk mengambil atau menyerap panas mesin akibat pembakaran. Lalu keluar melalui selang radiator menuju termostat sebagai pengatur debit aliran, lalu melewati termosensor untuk dibaca panas nya, kemudian masuk ke radiator dari sisi atas, kemudian mengalir ke pipa2 kapiler kecil sampai ke bawah.
Panas mesin ini berpindah ke cairan melalui proses konveksi, lalu merambat ke dinding pipa2 kecil radiator dan terjadilah perambatan konduksi ke seluruh kisi-kisi. Lalu dari kisi-kisi akan menyalurkan panas ke udara sekitar, bahkan saat suhu panas, udara akan dipaksa oleh kipas untuk bertumbukan atau bersinggungan dengan kisi-kisi radiator.
Nah. Selama proses diatas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam keadaan penuh, maka mesin akan bekerja di suhu yang stabil, sehingga menghasilkan power yang maksimal di berbagai kondisi panas mesin.
Nah. Selama proses diatas berjalan sesuai kerjanya dan cairan dalam keadaan penuh, maka mesin akan bekerja di suhu yang stabil, sehingga menghasilkan power yang maksimal di berbagai kondisi panas mesin.














